Merancang Sistem Thermal Insulation / Insulasi Panas Secara Praktis

PT ENERTA PRIMA SOLUSINDO sebagai aplikator Thermal Insulation/ Insulasi Peredam Panas yang telah berpengalaman sejak tahun 2012. Kami telah memasang berbagai jenis dan tipe insulasi di berbagai tempat/area seperti geothermal, industrial, chemical, LNG, dll.

Diberbagai kesempatan pelanggan kami sering bertanya sistem insulasi apa yang tepat untuk pekerjaan mereka. Umumnya pada kasus perawatan dan perbaikan sistem insulasi yang ada atau pemasangan insulasi dalam scope dan volume yang kecil.

Dalam artikel ini kami ingin memberikan panduan sederhana bagi siapaun yang memerlukan pengetahuan tentang Thermal Insulation/insulasi Panas. Secara Spesifik Artikel ini kami buat sebagai referensi singkat bagi para engineer/Facility Engineer yang memerlukan sistem perancangan insulasi panas/dingin secara praktis.

Memahami Thermal Insulation

Common Insulation

proses insulasi pada prinsipnya adalah suatu upaya baik dari penggunaan material atau metode untuk mengurangi perpindahan panas(Heat Transfer) dari dan ke suatu sistem, disamping itu insulasi juga digunakan untuk mengurangi perpindahan suara (Noise Protection) dari satu sistem ke sistem yang lainnya.

Thermal Insulation

Thermal insulation / Insulasi Panas adalah pengurangan perpindahan panas antara objek-objek yang berbeda temparaturnya baik karena bersinggungan langsung atau karena efek radiasi. Thermal insulation bisa diperoleh dengan pendekatan/metode-metode engineering.

Seperti yang umumnya kita pelajari , perpindahan panas dibagi menjadi 3 bagian yaitu :

Konduksi : Konduksi (conduction): perpindahan panas yang terjadi pada suatu materi (material).

Konveksi : perpindahan panas yang terjadi antara permukaan luar suatu materi (material) terhadap lingkungan sekitzzarnya

Radiasi : perpindahan panas yang terjadi karena suatu pancaran energi (energy emission) atau radiasi (radiant heat)

Penjelasan sederhana perpindahan macam2 perpindahan panas

Sebelum lebih jauh , kita pelajari sedikit mengenai perpindahan panas. agar memudahkan kami menemukan video yang sangat menarik dari Inpeth.com ; Terima Kasih atas ilmunya

Konduktivitas Thermal

Konduktivitas atau keterhantaran termal adalah suatu besaran intensif bahan yang menunjukkan kemampuannya untuk menghantarkan panas. Konduksi termal adalah suatu fenomena transport di mana perbedaan temperatur menyebabkan transfer energi termal dari satu daerah benda panas ke daerah yang sama pada temperatur yang lebih rendah. Panas yang di transfer dari satu titik ke titik lain melalui salah satu dari tiga metode yaitu konduksi, konveksi, dan radiasi.

konduktivitas termal = laju aliran panas × jarak / ( luas × perbedaan suhu )

{\displaystyle k={\frac {Q}{t}}\times {\frac {L}{A\times \Delta T}}}

Besaran ini didefinisikan sebagai panas, Q, yang dihantarkan selama waktu t melalui ketebalan L, dengan arah normal ke permukaan dengan luas A yang disebabkan oleh perbedaan suhu ΔT dalam kondisi tunak dan jika perpindahan panas hanya tergantung dengan perbedaan suhu tersebut.

Semakin besar nilai konduktivitasnya semakin rendah daya redam panasnya.

Panas akan mengalir dari tempat yang suhunya tinggi ke tempat yang suhunya rendah.

Berikut ini nilai konduktivitas berbgai macam material,

Berikut ini nilai konduktivitas berbgai macam material insulasi ,

Perbandingan konduktivitas beberapa material insulasi

Manfat Insulasi Thermal

Dalam sistem industri, umumnya energi dihasilkan melalui suatu sistem pembakaran atau pendinginan. Dalam kaitan dengan efisiensi hasil panas/kalor yang dihasilkan akan digunakan untuk bermacam-macam kebutuhan misalnya pada sistem boiler, air dipanaskan menjadi uap kemudian uap tersebut digunakan untuk membunuh kuman, memutar turbin, mengasapi makanan, dsb.

Thermal Insulation berfungsi untuk menyelamatkan (conserve energy) dari kehilangan-kehilangan yang membuat kerugian baik dari sisi biaya maupun dampak bagi kelestarian lingkungan.

Sebetulnya apakah manfaat dari Insulasi itu, dari artikel kita temukan beberapa manfaat dari insulasi ; https://insulation.org/about-insulation/benefits-of-insulation/

  • Reduces energy costs / Mengurangi Biaya Energi
  •  Prevents moisture condensation / Menghindarkan Kondensasi
  •  Reduces capacity and size of new mechanical equipment / Mengurangi ukuran dan kapasitas peralatan mekanikal
  •  Enhances process performance / Meningkatkan kinerja produksi
  •  Reduces emissions of pollutants / Mengurangi emisi
  •  Safety and protection of personnel/ Perlindungan keselamatan personil
  •  Acoustical performance: reduces noise levels / menurunkan level suara
  •  Maximizes return on investment (ROI) / Meningkatkan ROI
  •  Improves Appearance/Meningkatkan Tampilan
  •  Fire Protection / Perlindungan dari bahaya api

Dimana Insulasi Dibutuhkan

Seperti manfaatnya sebagai peredam / penghambat perpindahan panas dari suatu sistem. Insulasi akan ditemukan disemua tempat dimana adanya kebutuhan pemanasan dan pendinginan . Untuk memahaminya kita bisa melihat diagram flow energy dari salah satu manufacture Insulasi terbesar yakni Rockwool TM.

Pabrik kertas Tjiwi Kimia dari grup Asia Pulp & Paper (APP). Foto Dok Tjiwi Kimia

Equipment Apa Saja Yang Perlu Di Insulasi di Industri

Insulasi umumnya diaplikasikan di semua equipment yang ada didalamnya terdapat sistem pemanas dan pendinginan. diantara equipment-equipment yang diinsulasi diantaranya adalah :

  1. Insulation Piping, Elbow, Tee, Reducer dan Valve
  2. Insulation Of Vessel
  3. Insulation Column
  4. Insulation Of Storage Tank
  5. Insulation Of Boiler & Steam Generator
  6. Insulation Of Flue Gas Duct
  7. Insulation Of Cold Box

Kriteria-Kriteria dalam perancangan sistem Insulasi

Diambil dari Rockwool Technical Insulation, dari Brand TM Rockwool ; Merancang insulasi yang tepat tergantung dari beberapa parameter dibawah ini

A. Functional requirements ,

a. Object dimensions (Ukuran Objek yang akan diinsulasi)

b. Method of operating the installation (Metode pemasangan)

c. Operating temperatures (Temperatur saat sistem beroperasi)

d. Permissible heat losses or temperature changes of the medium (Temperatur yang diperbolehkan)

e. Frost protection (Perlindungan dari kebekuan)

f. Ambient conditions (Kondisi lingkungan sekitar)

g. Maintenance and inspection (Kebutuhan untuk perbaikan dan inspeksi)

• B. Safety aspects = a. Personal protection b. Fire protection c. Explosion prevention d. Noise reduction within the plant

C. Economics a. Economical insulation thickness b. Pay-back time

D. Environment •

E. Corrosion prevention

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *