JENIS MATERIAL INSULASI (THERMAL INSULATION)- Part#1

PEMASANGAN SOP INSULASI DI PLT PANAS BUMI

PT ENERTA PRIMA SOLUSINDO KONTRAKTOR INSULASI- JENIS-JENIS MATERIAL INSULASI

PT ENERTA PRIMA SOLUSINDO sebagai kontraktor Insulasi Panas telah berdiri sejak tahun 2012. Sejak itu kami telah menangani beragam proyek sebagai kontraktor insulasi dengan beragam aplikasi dan area. Diantaranya yang telah kami kerjakan,

  1. Proyek Pemasangan Insulasi di Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (Geothermal Power Plant)
  2. Proyek Pemasangan Insulasi di Pabrik Semen

Jenis-Jenis Material Insulasi untuk aplikasi Industri (Industrial Thermal Insulation Material), Material-material tersebut digolongkan pada 3 kategori besar yakni : 1) material insulasi, 2) material pelindung 3) material pengikat

A. MATERIAL INSULASI

A.1. Mineral Wool

Mineral wool adalah serat fiber yang bahan utamanya mineral batuan atau mineral sintesis (ceramic, slag). Berdasarkan pemakaiannya di Industri mineral wool dibedakan berdasarkan beberapa kategori, diantaranya

  • Material Dasar : Batu, Glass, Ceramic
  • Masa jenisnya diantaranya yang umumnya dijual dipassaran ialah 80 kg/m3, 100 kg/m3, 120 kg/m3
  • Bentuknya : Board,  Blanket, Blanket with metal mesh, Pipe Cover
  • ASTM Standar for Rockwool  (National Insulation Association – insulation.org)
    • Pipe Cover : ASTM C547 Type I, II, III
    • Board            : ASTM C612 Type IIII, IV
    • Rocwool Blanket  : ASTM C533 Type I-VII
    • Rocwool Blanket with Metal Mesh : ASTM C592
  • Tebal         : 25 mm,40, 50 mm, 75 mm, 100 mm, 125 mm
  • Ukuran Standard : 600 x 5000; 600 x 3000 ; 800 x 5000; dll
  • Ketahanan Pada perpindahan panas l[6]
    • Glass wool                  230 – 260 °C
    • Stone wool                  700 – 850 °C
    • Ceramic fiber wool             1200 °C

A.2. Calcium Silicate

Calcium silicate dikenal dengan nama dangan Calsil atau Cal-Sil adalah perpaduan dari material kimia  (chemical compound) Ca2SiO4, atau disebut juga  as calcium orthosilicate dan diformulasikan sebagai 2CaO.SiO2. 

Calcium Silicate banyak digunakan pada area aplikasi Geothermal, Berdasarkan standar ASTM C533 type 1, diketahui data-data sebagai berikut,

  • Ketahanan Pada perpindahan panas = 1200 F,Min 80 F
  • Thermal Conductivity berkisar antara 0,44 (200 ‘F) -0,66 (400 ‘F)

    PEMASANGAN SOP INSULASI DI PLT PANAS BUMI

    Material Calcium Silicate

A.3. Expanded Perlite

Perlite adalah  amorphous volcanic glass yang memiliki kandungan air yang tinggi , keadaan fisiknya sebelum mengembang adalah obsidian. Perlite adalah industrial mineral and produk komersil yang digunakan apabila dibutuhkan material isolasi dengan masa jenis/ density yang rendah setelah di proses.

Berdasarkan ASTM C610,

  • Ketahanan Pada perpindahan panas = 1200 F, Min 80 F
  • Thermal Conductivity berkisar antara 0,55 (200 ‘F) -0,80 (400 ‘F) berdasarkan ASTM C518, C177

Perlite dalam 3 keadaan(InspectAPedia.com)

 

Bahan Dasar Polymer

A.4. Polystyrene ( ASTM C578 Type I-XIII)

Polistirena adalah sebuah polimer dengan monomer stirena, sebuah hidrokarbon cair yang dibuat secara komersial dari minyak bumi. Pada suhu ruangan, polistirena biasanya bersifat termoplastik padat, dapat mencair pada suhu yang lebih tinggi. Stirena tergolong senyawa aromatik.

  • Ketahanan Pada perpindahan panas Max= 165 F, Min -65 s/d 297 F

A.5. Polymide (ASTM C1482)

Polyimide foam insulation material memiliki keunggulan struktur dan kinerja dari polyimide resin material berpori . Polymide adalah salah satu dari  foam materials yang memiliki stabilas thermal  thermal stability diantara polimer lainnya;

Keunggulan produk ini adalah  non-combustible, smokeless, non-toxic, Material ini juga memiliki fungsi insulasi yang baik .Polymide digunakan pada pelbagai bidang seperti perkapalan shipping, Penerbangan aviation, Antariksa aerospace, Kereta cepat high-speed rail, dan instrumen elektronik electronic instrument.

  • Ketahanan Pada perpindahan panas Max= 600 F, Min -420 F
  • Thermal Conductivity berkisar antara 0,396 (200 ‘F) -0,648 (400 ‘F) berdasarkan ASTM C518

Kinerja Polymide (http://www.ammt-china.com)

Performance Performance index Test standard
Apparent density 4.5-30kg/m3 GB/T 6343-2009
Thermal conductivity coefficient ≤0.046, 25℃ GB/T 10295-2008
Oxygen index ≥36% GB/T 2406.2-2009
Density and toxicity of smoke Meeting the requirement IMO International Code for Application of Fire Test Procedures
Low flame spread characteristics Meeting the requirement IMO International Code for Application of Fire Test Procedures
Resistant to nuclear radiation No obvious change in appearance after 1×104Gy JJF 1018-1990
Toxicity Meeting the requirement of GJB 11B-2012, being a low toxic material GJB 3881-1999
Flame resistance v-0 level, self-extinguish in 1s with no molten drop after being ignited and leaving the fire source GB/T 2408-2008
Thermal resistance 300℃/12h, -55℃/12h, with no obvious change in appearance GB/T 9640-2008

Polymide tersedia dalam beberapa produk dagang diantaranya dalam bentuk powder, tape, foam. Diantara produsen polymide diataranya dalam bentuak Foam http://www.trelleborg.com/, Powder Evonik http://www.p84.com, Film Dupont. http://www.dupont.com.

Polymide Insulation (www.trelleborg.com)

 

A.6. Polyolefin (ASTM C1427)

Polyefin adalah polimer yang banyak sekali digunakan khususnya untuk insulasi dingin, bentuknya seperti karet sehingga sering disebut Rubber insulation,umumnya digunakan pada aplikasi HVAC dan insdustri refrigerasi. Material ini  sangat direkomendasikan untuk mengendalikan kondesasi dan sangat baik untuk berfungsi sebagai vapor resistance, beberapa aplikasi yang menggunakan polyefin adalah :

  • Hot and cold water (domestic and commercial)
  • Roof drains
  • Cold process pipes and equipment
  • Heating, ventilating, and air-conditioning (HVAC) equipment

Berdasarkan ASTM C1427 karakteristik Polyefin diantaranya adalah

  • Ketahanan Pada perpindahan panas Max= 200 F, Min -150 F
  • Thermal Conductivity berkisar antara 0,29 (-100 ‘F) -0,35 (-75 ‘F) berdasarkan ASTM C518

Polyefin

A.7 Melamin Foam

Melamine foam adalah material yang terdiri dari formaldehydemelaminesodium bisulfite copolymerberdasarkan ASTM C1410 melamin Foam memiliki karakteristik sebagai berikut,

  • Ketahanan Pada perpindahan panas Max= 350 F, Min -40 F
  • Thermal Conductivity berkisar antara 0,3 (75 ‘F) -0,41 (200 ‘F) berdasarkan ASTM C518

 

Melamin Foam (http://www.sinoyqx.com)

A.8 Phenolic Foam

Phenolic Insulation punya nilai konduktivitas panas (thermal conductivity) yang sangat rendah. Berdasarkan ASTM C1126 Phenolc Insulation memiliki karakteristik sebagai berikut,

  • Ketahanan Pada perpindahan panas Max= 257 F, Min -297 F
  • Thermal Conductivity berkisar antara 0,15 (-100 ‘F) -0,15 (75 ‘F) berdasarkan ASTM C518

Phenolic Foam (http://www.generalinsulation.com)

A.9 Polyisocyanurate

Polyisocyanurate atau disebut juga PIRpolyiso, or ISO, adalah thermoset plastic[1] , biasanya diproduksi dalam bentuk foam dan digunakan pada aplikasi insulasi dengan tunturan bentuk dengan keras/kokoh rigid thermal insulation. Dalam aspek kimiawi / chemistry material ini mirip dengan polyurethane (PUR) kecuali jumlah proporsi  dari methylene diphenyl diisocyanate (MDI) yang lebih tinggi  higher dan campuran yang berbeda diantaranya  polyester-derived polyol, Catalysts dan additives.

Berdasarkan ASTM C591 karakteristik material ini sebagai berikut,

  • Ketahanan Pada perpindahan panas Max= 300 F, Min -297 F
  • Thermal Conductivity berkisar antara 0,17-0,19 (-100 ‘F) -0,24- 0,28 (200 ‘F) berdasarkan ASTM C518

Polyisocyanurate banyak digunakan pada aplikasi bangunan dikarenakan sifat rigid-nya.

PUR

 

A.10 Elastomeric (C534 Type I,II,III)

Elastomeric adalah polimer yang banyak sekali digunakan khususnya untuk insulasi dingin, bentuknya seperti karet sehingga sering disebut Rubber insulation,umumnya digunakan pada aplikasi HVAC dan insdustri refrigerasi. Material ini  sangat direkomendasikan untuk mengendalikan kondesasi dan sangat baik untuk berfungsi sebagai vapor resistance, beberapa aplikasi yang menggunakan polyefin adalah :

  • Hot and cold water (domestic and commercial)
  • Roof drains
  • Cold process pipes and equipment
  • Heating, ventilating, and air-conditioning (HVAC) equipment

Berdasarkan ASTM C1427 karakteristik Polyefin diantaranya adalah

  • Ketahanan Pada perpindahan panas Max= 250-250 F, Min -297 F
  • Thermal Conductivity berkisar antara 0,21 (-100 ‘F) -0,31 (200 ‘F) berdasarkan ASTM C518

K Flex

A.11.Cellular Glass

Cellular glas atau biasa disebut juga Foam Glass adalah material insulasi yang memiliki karakteristik ringan (light weight), Kaku (rigid) and durable, Material  insulation ini terbentuk dari sealed glass cells. 

Keunggulan Cellular glas yakni kombinasi dari karakteristik (properties) seperti  incombustibility, terkompreasi (superior compressive strength) dan tahan lama (long lasting). Material Ini tersedia dalam berbagai bentuk dan ukuran untuk digunakan secara luas pada kebutuhan aplikasi bangunan dan industri.

Aplikasi Bangunan (http://www.foamglas.com/)

  • Wall & Floor Insulation Systems for Below Ground
  • External Wall & Façade Insulation Systems
  • Interior Insulation systems
  • Roof Insulation Systems
  • Perimeter insulation to avoid thermal bridges

Aplikasi industri (http://www.foamglas.com/)

  • Commercial piping & equipment
  • Industrial piping & equipment
  • Underground piping systems
  • Tanks, spheres and vessels
  • Fire suppression and protection

Berdasarkan ASTM C522, Cellular Glass memiliki data seperti ini,

  • Ketahanan Pada perpindahan panas Max= 800 F, Min -450 F
  • Thermal Conductivity berkisar antara 0,21 (-100 ‘F) -0,58 (200 ‘F) berdasarkan ASTM C518

 

PT ENERTA PRIMA SOLUSINDO KONTRAKTOR INSULASI THERMAL- WEBSITE TAMPILAN BARU

PT. ENERTA PRIMA SOLUSINDO

PT ENERTA PRIMA SOLUSINDO KONTRAKTOR INSULASI DAN SCAFFOLDING

PT ENERTA PRIMA SOLUSINDO (PT EPS) telah memasuki tahun ke-5 dalam operasi bisnisnya, sejak tahun 2012 hingga 2017 PT EPS telah berkarya dengan cukup baik di semua pekerjaan yang diamanakan. Kami terus meningkatkan kemampuan kami dalam bidang Insulasi dan Scaffolding. Kami menyadari sepenuhnya amanah yang di bebankan pada orang yang tidak kompeten akan menghasilkan kehancuran, oleh karena itu Kami tidak pernah menerima pekerjaan diluar kemampuan finacial dan kapasitas manajemen Kami.

Tahun 2017 ini diharapkan pertumbuhan ekonomi indonesia melebih keberhasilan sebelumnya di tahun 2016. Dari paparan dan target pemerintah diharapkan tahun ini Ekonomi kita dapat bertumbuh hingga 5,2 %. Dengan paket kebijakan ekonomi yang telah dikeluarkan oleh pemerintah dan serangkaian kebijakan pendukungnya diharapkan menjadi pemicu pertumbuhan bagi semua sektor ekonomi, khususnya jasa konstruksi.

Jasa Kontruksi Mekanikal khusunya Insulasi sangat terkait dengan Investasi riil diantaranya seperti pendirian industri makanan, minuman, kimia,Semen,  oil & gas, kilang minyak bumi, pembangkit listrik tenaga panas bumi, tenaga Uap, dll. Melihat dari target pemerintah saat ini untuk meningkatkan dan mengejar rasio elektrifikasi sebesar 35.000 MW jika terelelisasi akan sangat berdampak pada terbukanya kesempatan bisnis terutama sektor Insulasi dan Scaffolding.

PT Enerta Prima Solusindo sebagai UMKM yang terus tumbuh siap berpartisipasi dengan aktif untuk menyediakan jasa Insulasi, scaffolding maupun yang terintegrasi bagi proyek-proyek strategis nasional diantaranya pembangkit listrik, industri pengolahan, refinery, dll. Kami fokus pada peningkatan kapasitas berupa aspek keuangan, teknologi dan produktivias tenaga kerja. Selain dari itu sebagai media komunikasi, promosi kami merevitalisai dan mempublikasikan website baru untuk memfasilitasi hubungan dengan semua pihak dan meningkatkan promosi di dunia digital.

Dalam website ini kami tampilkan profile PT Enerta Prima Solusindo terbaru dengan menampilkan profile terbaru diantaranya produk dan kemudahan akses komunikasi. Kami juga menampilkan cara berkomunikasi dengan PT ENERTA PRIMA SOLUSINDO dengan menggunakan media yang terupdate diantaranya menggunakan WA dan  SKYPE.

Semoga dengan website ini dapat terjalin kerjasama yang lebih erat bagi para pelanggan, Investor dan mitra dan tenaga kerja.

INSULATION THERMAL IN GEOTHERMAL

SCAFFOLDING TUBULAR FOR SUPPORT INSULATION